Suzuki: Ertiga Fenomena Otomotif Nasional

img

Surabaya, Ciputat – Suzuki Ertiga hingga saat ini sudah dipesan sebanyak 20.000 unit. Suzuki pun berani sesumbar kalau Ertiga merupakan fenomena otomotif di Indonesia.

“Orang belum lihat mobilnya, masyarakat sudah rela antre dan membayar inden Rp 5 juta,” ujar 4W Marketing & Dealer Network Development Director PT Suzuki Indomobil Sales, Endro Nugroho di Surabaya mengacu pada proses inden yang dimulai Februari lalu, jauh sebelum Ertiga muncul ke khalayak ramai pada bulan April 2012..

Ia menerangkan, banyak kelebihan Ertiga dibandingkan dengan kompetitor lainnya seperti performa mesin yang menggunakan Drive By Wire Technology sehingga menghasilkan kinerja mesin lebih akurat.

Kemudian fitur keamanan dan keselamatan yang lebih mumpuni dan unggul untuk produk MPV sejenis di kelasnya. Juga ada child door lock, yang memberikan keamanan ekstra bagi anak-anak.

Tak hanya itu, Ertiga juga dilengkapi dengan ‘antimaling’ yakni immobilizer dan alarm. Sistem ini secara otomatis mencocokkan kode kunci saat mesin dihidupkan, sehingga mesin tidak dapat dinyalakan jika menggunakan kunci duplikat.

Juga dilengkapi interior yang stylish dan modern serta kedap suara. Dan banyak kelebihan yang ditawarkan Ertiga dibandingkan dengan sekelasnya. “Ertiga ini senyaman sedan dan selega MPV,” tuturnya.

Sementara mengenai angka inden, secara nasional sudah ada sekitar 20.000 unit. Dari jumlah tersebut, yang sudah dikirimkan ke konsumen sekitar 7-8 ribu unit. “Masih ada sekitar 12.000 konsumen yang setia antre,” tuturnya.

Melihat antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Suzuki Ertiga, pihaknya mencanangkan segera melakukan peningkatan produksi.

Suzuki akan menginvestasikan sekitar Rp 8 triliun, diantaranya untuk membeli lahan seluas sekitar 135 hektar di Karawang. Lahan tersebut luasnya sekitar 4 kali lipat dibandingkan dengan pabrik Suzuki di Indonesia saat ini.

“Rencananya bukan hanya untuk memproduksi Ertiga saja, tapi juga untuk tipe Suzuki lainnya seperti pikap, APV yang juga banyak diinden,” jelasnya.

Direktur Penjualan PT SIS, Davy J. Tuilan menambahkan saat ini kapasitas produksi Suzuki terbatas hanya sekitar 4.200-4.500 unit per bulan. Saat ini Suzuki masih mengatur suplai MPV Ertiga ke konsumen.

Inden Ertiga saat ini mencapai 3 bulan dan tergantung masing-masing daerah. “Kapasitas produksi 4.200-4.500 per bulan. Tinggal inden masing-masing diler berbeda-beda baik itu di Jakarta dan luar Jakarta seperti bali. GX dan GL di Denpasar dapat di September, dan itu berbeda-beda ada yang November,” pungkasnya.

Suzuki Ertiga mengusung mesin 1.373 cc dengan dimensi lebih panjang dari Avanza dan Xenia, dengan 7 seater. Mesin 1.373 cc dilengkapi transmisi 5 percepatan manual bertenaga 95 Ps pada 6.000 RPM dan torsi 130 Nm pada 4.000 RPM lumayan responsif.

Yang membedakan dengan Avanza dan Xenia, MPV Ertiga tidak dilengkapi dengan transmisi otomatis. Beberapa unsur lain yang membedakan adalah double blower yang tidak tersedia di MPV Ertiga.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s